• header
  • Guru
  • selamat datang

Selamat Datang di MTsN I Kapuas Terima Kasih Atas Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MTs NEGERI SELAT KAPUAS

NPSN : 30200482

Jl.Tambun Bungai No.49 Telp.0513-23539 Kuala Kapuas


info@mtsnselatkapuas.sch.id

TLP : 051323539


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 130586
Pengunjung : 34102
Hari ini : 16
Hits hari ini : 80
Member Online : 38
IP : 54.196.72.162
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • ganteng (Tamu)
    2017-08-04 06:39:32

    2|1
  • ganteng (Tamu)
    2017-07-17 15:35:54

    Apa yang Anda pikirkan?

MTsN I Kapuas Gelar Acara Memasak Bubur Asyura




Kuala Kapuas, (Inmas)  Warga MTsN 1 Kapuas yang terdiri dari peserta didik, guru, pegawai tata usaha dan karyawan lainnya, menggelar acara memasak bubur Asyura bersama-sama, Selasa (3/10).  Setiap kelas menyiapkan kompor, panci, beras dan peralatan  untuk memasak bubur di lingkungan madrasah.

    Dalam acara masak-memasak  diikuti oleh 21 kelas serta satu kelompok yang terdiri dari para guru dan karyawan madrasah. Saat kegiatan berlangsung  peserta didik  didampingi oleh para wali kelasnya.   

       Kepala MTsN 1 Kapuas  Arbainsyah mengungkapkan, agenda memasak bubur Asyura’   diselenggarakan mengenang  berbagai peristiwa yang terjadi pada jaman para Nabi dan Rasul yang bertepatan pada tanggal 10 Muharram atau pada hari Asyura.

     Bagi pihak  madrasah,  lanjutnya walaupun acara ini bukan sesuatu yang wajib, namun dibalik itu mengandung hikmah mendalam yang  perlu di ketahui oleh peserta didik. Dirinya mengisahkan beberapa peristiwa penting  terjadi tepat pada tanggal 10 Muharram. Diantaranya bertahun-tahun Nabi Adam AS, meminta ampun dan bertaubat, tepat pada tanggal itu  Allah, SWT menerima taubatnya. 

     Ditambahkannya, pada tanggal tersebut Allah SWT menerima taubat Nabi Yunus AS,  dan menyelamatkannya dari perut ikan nun. Sedangkan pada tanggal 10 Muharram  Nabi Muhammad SAW,  menganjurkan untuk berpuasa sunah serta memperbanyak sedekah, menyantuni anak yatim.

     “Semua  kejadian itu harus selalu dikenang sebagai kebesaran Illahi yang telah menampakan kekuasaannya, jadi bisa  menambah keimanan dan ketaqwaan kita semua,” pungkas Arbainsyah.

      Di akhir komentarnya, Arbainsyah mengharapkan, kebiasaan memasak bubur Asyura dimasyarakat hanya setahun sekali, untuk itu  kuliner  ini harus selalu dilestarikan keberadaanya. Sehingga  salah satu kekayaan budaya bangsa ini akan tetap lestari. (M. Amin).

    



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas